Sejarah

Berdirinya Institut Agama Islam (IAI) An Najah Jambi
1. Landasan Filosofis dan Yuridis Pendidikan
Pendidikan merupakan sarana fundamental dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa serta menjadi fondasi utama bagi kemajuan manusia, masyarakat, berbangsa, bernegara, dan dunia secara keseluruhan. Melalui pendidikan, seseorang dapat membentuk kekuatan moral, spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, dan akhlak mulia.
Dalam pandangan Ki Hadjar Dewantara, pendidikan bersifat holistik, di mana peserta didik dibentuk menjadi insan yang berkembang secara utuh meliputi rasio, olah rasa, olah jiwa, dan olah raga. Proses pembelajaran tersebut idealnya dilaksanakan dalam suasana yang penuh keterbukaan, kebebasan, dan menyenangkan.
Sejalan dengan hal tersebut, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mendefinisikan pendidikan sebagai:
"Usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara."
2. Tantangan dan Kebutuhan Pendidikan Tinggi di Provinsi Jambi
Tingginya kebutuhan masyarakat akan pendidikan berkualitas menuntut ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai serta dikelola secara profesional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk di Provinsi Jambi pada kurun waktu 2023–2024 mencapai 3,679 juta jiwa. Namun, merujuk pada data tahun 2020, penduduk yang memiliki ijazah Diploma IV/S1/S2/S3 baru mencapai 7,33%. Angka ini tentu menjadi tantangan sekaligus pemikiran serius bagi para pemangku kepentingan (stakeholders) pendidikan di daerah untuk memperluas akses pendidikan tinggi yang bermutu.
3. Rekam Jejak dan Komitmen Yayasan Husein Palaguna Jambi
Sebagai lembaga yang konsisten terhadap perkembangan dunia pendidikan, Yayasan Husein Palaguna Jambi telah mendirikan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) berbasis pondok pesantren sejak tahun 2007. Melalui PKBM SAS Melati, lembaga ini secara konsisten melahirkan lulusan dari Program Kesetaraan Pendidikan Non-Formal Paket A, B, dan C, serta secara rutin menyelenggarakan pendidikan vokasi berupa latihan kerja dan Pendidikan Dasar (DIKSAR) Satpam.
Rekam jejak panjang dalam mengelola layanan pendidikan masyarakat ini menjadi modal sosial dan kelembagaan yang kuat dalam melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
4. Gagasan Pendirian Institut Agama Islam (IAI) An Najah Jambi
Didasari oleh keinginan yang tulus untuk menghadirkan sarana pendidikan tinggi yang berkualitas dengan biaya terjangkau bagi lulusan SMA/MA/SMK di Provinsi Jambi, Yayasan Husein Palaguna Jambi menjalin kerja sama strategis dengan perkumpulan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KBPII) Wilayah Provinsi Jambi.
Dari sinilah gagasan pendirian sebuah lembaga perguruan tinggi Islam diwujudkan melalui pendirian Institut Agama Islam (IAI) An Najah Jambi. Kehadiran institut ini diinisiasi untuk menjawab berbagai tantangan strategis, khususnya:
Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan: Mengingat masih banyaknya tenaga pendidik—serta masyarakat di Provinsi Jambi yang berminat menjadi pendidik—namun belum menyandang gelar sarjana.
Bidang Keilmuan Islam, Ekonomi Syariah, dan Hukum: Guna memenuhi kebutuhan sumber daya manusia yang kompeten, berdaya saing, dan berakhlak mulia di era modern.
Melalui sinergi antara yayasan, organisasi kemasyarakatan, dan para praktisi pendidikan, IAI An Najah Jambi hadir sebagai wadah pencetak generasi unggul yang siap berkontribusi nyata bagi pembangunan umat, bangsa, dan negara.